Selasa, 14 Agustus 2018 merupakan peringatan hari Pramuka ke -57. Peringatan hari pramuka dilakukan dengan upacara bendera di lapangan SMP Negeri 1 Lasem.  Pembina upacara peringatan Hari Pramuka  yaitu Ibu Sri Wahyuningsih, M.Pd. selaku waka kurikulum 2018/2019 SMP Negeri 1 Lasem dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru dan staf karyawan.

Salam Pramuka!

Kalimat pertama yang membedakan dari upacara bendera hari Senin yang terucap dari pembina upacara. “Pramuka Perekat NKRI” merupakan tema sambutan upacara Hari Pramuka. Pramuka berasal dari kata Praja Muda Karana yang mempunyai arti sekumpulan anak-anak muda yang suka berkarya”. Jadi sebagai anak muda kalian haruslah bisa berkarya dengan cara mengisi hal-hal yang positif dalam kehidupan, selalu menegakkan disiplin, giat belajar, siap menorehkan prestasi akademik maupun non akademik. Tujuan dari kegiatan pramuka itu sendiri sangatlah mulia, yaitu untuk mendidik generasi muda jaman sekarang ke hal-hal yang positif dengan adanya dasar dan metode kegiatan yang sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

Pembina pramuka dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting yang perlu ditekankan. Hal penting tersebut antara lain, waktu muda harus diisi dengan kegiatan positif dan produktif, generasi muda harus kreatif dan siap berkompetisi. Sambutan dari pembina upacara diakhiri dengan tupuk pramuka dan diikuti oleh semua peserta upacara.

Upacara peringatan Hari Pramuka juga ada yang berbeda dari upacara biasanya yaitu terdapat tiga petugas upacara yang bertugas untuk menyampaikan Pancasila, Dhasa dharma dan UUD 1945 tanpa teks. Petus yang bertugas tersebut adalah :

  1. Pancasila                      : Muhammad Amirudin Akbar
  2. UUD 1945                    : Novia Risky Tri Wardani
  3. Dhasa Dharma            : Muhammad Andika Yudha

Selasa, 14 Agustus 2018 tepatnya Hari Pramuka diadakan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Lasem. Pemeriksaan kesehatan diadakan setelah upacara bendera Hari Pramuka. Pemeriksaan kesehatan khusus untuk kelas VII yang masih siswa baru RITULA. Hari sebelum pemeriksaan, siswa-siswi kelas VII mendapat buku kesehatan dari pihak sekolah yang berisi tentang riwayat kesehatan yang didisi dengan pendampingan orang tua di rumah.

Pihak puskesmas terdapat kurang lebih 10 tenaga medis, yang siap untuk masuk di setiap kelas untuk mengecek kesehatan setap siswa. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pihak puskesmas antara lain tekanan darah, kesehatan telinga, gigi, kuku, dan tes buta warna. Sebelum dilakukan pengecekan kesehatan per-siswa, Siswa-siswi RITULA mengisi angket dari pihak sekolah tentang pendidikan seks  yang harus didisi dengan jujur. Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan hampir 100% siswa siswi RITULA dinyatakan sehat.