Idul Adha merupakan hari raya qurban bagi kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Hari raya qurban bermula  dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.  Kala itu Nabi Ibrahim belum dikaruniai seorang anak dan beliaberda kepada Allah untuk dapat karunia seorang anak. Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim as dan belia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Pada suatu hari Nabi Ibrahim mendapat mimpi dari Allah untuk menyembelih Ismail. Dengan penuh pengertian penjelasan dari Nabi Ibrahim, Nabi Ismail ikhlas untuk disembelih oleh ayahnya. Saat pedang akan mengenai Nabi Ismail, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan hewan  qurban. Pada saat itulah kaum muslim diajarkan untuk berqurban  dengan tujuan agar manusia diajarkan ikhlas dan berbagi dengan sesame.

Tepat Hari Rabu, 22 Oktober 2018 Kaum Muslim Indonesia termasuk warga SMP Negeri 1 Lasem merayakan hari raya Idul Adha. Siswa-siswi RITULA juga diajarkan berbagi dengan sesama dengan cara berqurban. RITULA berqurban dengan menyembelih seekor sapi. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di halaman dekat musholla setelah menunaikan ibadah solat id di Masjid masing-masing.

Antusias peyembelihan hewan qurban di RITULA sangat tinggi, guru, karyawan dan anak-anak OSIS saling membantu dalam pemotongan maupun pembagian hewan qurban. RITULA membagi 250 bungkus daging sapi diantaranya dibagikan kepada 150 siswa yang tidak mampu dan 100 warga tidak mampu. Pembagian daging qurban mulai jam 10.00 WIB.

Dalam rangka perayaan HUT RI ke-73 kecamatan Lasem mengadaan lomba gerak jalan. SMP Negeri 1 Lasem mengirim perwakilan perempuan dan laki-laki untuk mengikuti lomba gerak jalan tersebut. Lomba gerak jalan tersebut dimulai dari SMP Negeri 1Lasem  sampai kecamatan Lasem sebagai garis finish. Penilaian yang dinilai dari perlombaan tersebut antara lain keidahan, waktu dan kekompakan regu yang seirama.

Tim gerak jalan RITULA Jaya keluar sebagai juara pertama diperlombaan tersebut disusul oleh SMP N 3 Lasem dan SMP Kristen Dorkas. Kemenangan tim RITULA tidak luput dari bimbingan guru olah raga sebagai pelatih antara lahin Bapak Ardianto Sufiandi, S.Pd., Bapak Dany Galih Nugroho, S.Pd. dan Bapak Amir Basuki, S,Pd. Tidak hanya pelatihan yang menjadikan tim RITULA menang namun juga doa dan semangat dari bapak/ibu guru yang dapat memberikan energi semangat untuk kekompakan tim regu.